Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Pantulan Warna zona 3

Gambar
  Duhai diriku, di setiap zona memang sulit dilalui karena kondisimu yang masih single, belum menikah, di rantau orang, sendirian pula. Sulit mencari target atau sasaran. Partner yang diharapkan walau jauh justru tidak mau membantu dan memusuhimu. Duhai diriku, walau setiap zona terasa berat kamu harus gigih menimba ilmu dari bunda sayang agar engkau kelak menjadi ibu yang bijaksana, bahagia, dan penuh cinta. Jangan sia-siakan itu. Di sini engkau belajar untuk konsisten dan komitmen bagaimanapun situasinya. Duhai diriku, di sini kita belajar kata bahagia terutama di zona 3 yang mashaa Allaah beberapa anak merasakan kebahagiaan. Berkat dirimu yang berani mengambil tantangan ini, kita jadi tahu bahwa bermain adalah salah satu cara untuk membangkitkan positif emosional dalam diri. Duhai diriku dalam pantulan warna ini, jadilah matahari yang tetap bersinar. Terus semangat dan produktif menjalani hari-hari. Ada Ilahi yang menanti kita perbaikan diri. Jangan berhenti sampai di sini. Teru...

Zona 3 di tantangan terakhir

 Jujur saja, di tantangan terakhir tidak sesuai perencanaan. Aku berencana ke adekku raja saja melalui videocall. Tapi ternyata adekku gak ada paket. Kebetulan di sore hari, kedatangan tamu si bocil Azka dan dzaki. Akhirnya mereka jadi bahan tantanganku. Mereka minta diajari bahasa Inggris. Selama ini bahasa Inggris jadi momok yg aneh dan tidak mereka sukai. Tetapi kali ini, aku mengajarkannya kepada mereka dengan cara yg santai, asyik dan sambil tertawa. Iya kami bercanda. Anak-anak pun bebas berekspresi kepadaku. Mereka dengan mudahnya menyampaikan apa yg mereka pikirkan.  Misalnya, waktu aku nyindir Azka karena tidak bawa penghapus. Mereka pun tidak kehabisan ide untuk itu. Lalu, ketika aku ngancam Azk untuk besok kalau gak bawa penghapus gak boleh masuk rumah. Ehhh mereka malah ketawa-ketawa. Soalnya aku galak kata mereka. Lalu mereka pun menyindirku balik sambil tertawa.  Ya jadi bahan refleksi sih buatku bahwa aku terlalu emosional belum bisa mengontrol emosi dengan...

Zona 3 Rabu 11 November

 Hari ini perencanaanku sebelum memulai adalah bernyanyi atau mengaji sesuai dengan kondisi gadget yg kami miliki. Rencana mau vcall sayangnya ummi kehabisan paket. Akhirnya pakai suara.  Ya sudah sesuai rencana raja dan sultan pun bernyanyi bahagia. Berjalan lancar 90%  Raja bernyanyi cicak di dinding, balonku ada 5,. Tentang kupu-kupu. Alhamdulillah selesai dengan baik semuanya. Bahkan sultan yg awalnya tidak mau nyanyi pun, dia ikut nyanyiin lagu kesukaannya.  Emoticon tentu bahagia😀 Berjalan lancar 90% Tidak ada yg tak mungkin utk refleksi kali ini. Walau jauh asal berusaha sekut tenaga nanti Allaah yg bantu. ❤️

Zona 3

Gambar
 Sejujurnya aku lupa ini hari ke berapa. Karena kemarin ketiduran. Aku lupa membuat laporan harian di bunda sayang. Intinya, karena kondisi jarak jauh. Aku kesulitan membuat perencanaan dan mengeksekusikannya. Seperti hari Selasa, 10 November 2020 kemarin. Berencana hafal Qur'an atau bernyanyi bareng. Malah ngegambar.   Anak-anak sibuk sama kegiatan masing-masing. Dan ummi hanya mengirimkan gambar mereka. Alhamdulillah 20% lah kegiatan ini. Sebab tidak sesuai perencanaan dan aku pun tidak mendampingi mereka sejak awal. Setidaknya 20% ini untuk laporan bunda sayang bahwa aku serius untuk belajar dan memulai konsisten. Walau berat  Emoticonku tentu sedih 😭ya tapi gimana lagilah. Belum punya pasangan dan anak saat ini.  Keduanya adalah gambar sultan dan raja. Mereka menggambar dinasaurus. Hehe sultan memang suka banget sama Dino. Alhamdulillah mereka menggambar dengan bahagia,kata Ummi. Aku belajar dari sini, bahwa cari kesibukan positif itu byk hal yg mengupgrade...

Zona 3 Latihan Kecerdasan Emosional dan Spritual

Gambar
Hari ini sesuai perencanaan aku dan shelves masih kembali bermain untuk membantunya kembali senang dan tidak pusing dengan pelajaran matematika.  Aku pusing bermain apa sama shelves yang membantunya membangun emosi kebahagiaan. Waktu belajar bimbel pun hampir berakhir. Aku tidak ketemu ide apapun di waktu yang singkat ini. Terus aku jujur saja sama shelves bingung mau ngajaknya bermain apa. Lalu kita pun cerita-cerita sampai akhirnya dapat cerita bahwa dia tak pernah membuat perahu kertas. Malangnya Shelves 😂😅 ... Dia dilarang Mamanya untuk merobek kertas. Aku pun bercerita betapa serunya bermain perahu kertas di kala hujan dengan gembira.  Kegiatan kami hari itu adalah berlatih membuat perahu kertas dan memainkannya di siring Gisting. Yap Gisting sumber air jadi banyak banget air di sini di mana-mana mengalir deras.  Kegiatannya berlangsung lancar dan menyenangkan walau Shelves masih kesulitan. Sesungguhnya aku melihat teknik perahu kertas ini malah melatih sensorik mo...

Zona 3 Latihan Kecerdasan Emosional dan Spiritual

Gambar
  Hari ini saya lupa hari ke berapa dalam menulis laporan bunda sayang. Karena kemarin sakit jadi tidak sempat membuat laporan. Alhamdulillah dimulai dari perencanaan kemarin sebelum tidur. Aku berencana bermain sebelum belajar bersama Shelves. Eh taunya karena anak murid masih belajar bersamaku tentang jurnalistik. Akhirnya terkendala. Ujungnya kita bermain gambar di akhir pembelajaran. Shelves sudah letih sekali belajar matematik 2 jam-an. Raut wajahnya berkerut dan tampak muram. Ketika Kuajak yuk main gambar hewan dari lingkaran bulat. Dia pun bersemangat. Akhirnya aku tulis lingkaran dari lakban. Iya lingkaran lakban kan sempurna. Jadi dicetak dari situ melalui pensil (mengikti alur cetakannya). Dan shelves pun mulai menggambar hewan dengan imajinasinya. Kira-kira hewan apa ya yang digambar? Alhasil kita tertawa bersama. Bahagia sekali. Terasa segar dan keletihan tampak hilang dari wajah shelves. Bermain bersama membahagiakan. Besok aku pun mulai menelusuri permainan apa ya yg ...

Zona 3 Latihan Kecerdasan Emosional dan Spiritual

Gambar
 Maaf hari ini aku tidak sempat membuat template dari Bunsay. Selain itu kemarin tidak bisa membuat laporan karena kondisi sedang sakit parah. Alhamdulillah hari ini baikan dan sepat mengajar shelves sesuai perencanaan bahwa hari Jumat itu fokus ke shelves. Alhamdulillah lagi kegiatan lancar.  Tidak ada hambatan. Shelves sudah bisa berdoa sebelum belajar dan dia pun semangat seperti biasa  Refleksiku adalah aku harus jaga semangat seperti shelves yang senantiasa bersemangat. Persentase keberhasilan 99%. Hari Minggu besok berencana mengajak shelves dalam permainan sebelum belajar. Setidaknya 5 menit. Main tebak-tebakan saja atau menggambar. Latihan gambar bisa jadi solusi utk gambar shelves yang perlu diasah.

Zona 3 #6 Latihan Kecerdasan Emosional dan Spritual

Gambar
  Latihan di zona 3 ini masih memberdayakan video call WhatsApp dalam pelaksanaannya. Jadi, aku dan Raja mengaji latihan tajwid bareng melalui Vcall. Projek ini sederhana sembari memurajaah hafalan Raja dan bisa meningkatkan spritualitasnya kepada Al Qur'an.  Sesuai janji sebelumnya bahwa rencana kami hari ini adalah surah Al Ikhlas. Alhamdulillah semua berjalan lancar kecuali tersendat karena signal yg susah diajak kompromi. Hehe benar-benar harus bersabar tapi aku bawa senyum aja. Apalagi raja dia sabar aja sih  Yang jadi persoalan adalah Sultan yang masih berusia 5 tahun 😂 tentu tidak muda. Kemarin dia meminta agar sama dengan Raja. Pas di realisasinya dia malah fokus sama kerjaannya tetapi tidak mau dimatikan handphone. Tetap mengikuti hewan apa saja yang dari huruf A dibantu sama raja dan Ummi, iya ikut, tetapi ga fokus. Matanya tertuju sama mainannya. Aku sebenarnya kesal sih hahaa tapi sadar sultan kan masih anak kecil. Yasudahlah. Itulah tantangannya. 😂 Tantanga...

Zona 3 #5 latihan emosional dan spritual

Gambar
 Sebenarnya tidak mudah melaksanan tantangan cerdas emosional dan spritual dengan kondisiku yang masih single, di perantauan, dan dengan pribadi introvertku yg dominan ini. Ketika shelves tidak ada maka satu-satunya yg bisa kulakukan adalah menghubungi adekku, Raja, yang jauh melalui video call.  Kenapa terberatnya adalah signal yg ngadat. Macet di tengah jalan. Sedang asyik-asyiknya murajaah dan meperbaiki tajwid Raja, eh terhenti di tengah jalan. Gituuu terus hehe harus banyak stok sabar dan lalui semua dengan tertawa juga senyum bareng sama adek2.  Selain itu si kecil sultan acap ikut sehingga sedikit terhambat. Tapi gapapa asal gak benar2 mengacau aku pikir itu its okay aja kok. Dan akhirnya dia ikutan dong main sama aku. Si sultan yg masih TK pun dapat tantangan atau game dr ku untuk besok. Sederhana saja semoga besok dia berhasil ya. Senang aja main dengan adek. Merekatkan hubungan keluarga walau dr jauh dan banyak jalan menuju Roma untuk mengedukasi mereka walau LD...

Zona 3 #4 Latihan Kecerdasan Emosional dan spiritual

Gambar
 Alhamdulillah hari ini benar-benar berjalan lancar walau sempat lupa sejenak. Tetapi hasilnya sudah sangat jauh lebih baik. Shelves mulai lancar berdoa sesuai keyakinannya. Meski aku bantu, dia sudah mulai khusyuk. Itu paling penting. Tidak ada kendala yg memberatkan. Lancar jaya! Tapi ada yg jadi bahan refleksi bagiku yakni ikut meneladani yg kuterapkan ke Shelves ini. Turut berdoa di setiap awal kegiatan nanti. Hehe  template from Bunsay Batch 6 IIP

Zona 3 #3 Latihan Emosional dan Spritual

Gambar
 Alhamdulillah semuanya berjalan lancar untuk hari ini. Aku tak ada banyak komentar sih karena kondisi mendadak sakit. Yang penting semua untuk hari ini lancar walau sedikit terkendala karena Shelves masih rada lupa.  

Zona 3 #2 Latihan Emosional dan Spritual

Gambar
 Sedikit lebih cepat aku melaporkan ini. Di sela-sela magrib. Rencanaku masih sama untuk projek kali ini, yaitu berdoa bersama. Tetapi pas aktualisasinya aku masih terlupa. Shelves juga lupa. Wah kami sama-sama lupa. Kebiasaan spritual ini memang tidak biasa kami lakukan sebelum belajar. Duhh rada nyesel sih kenapa selama ini gak dilakuin. Ini penting walau shelves bukan keluargaku. Tetapi dia sudah menjadi bagian dalam perjalanan hidupku selama di perantauan. Alhamdulillah kami pun tertawa dan memulai aktivitas berdoa di tengah-tengah pembelajaran. Shelves masih bingung caranya berdoa dengan keyakinannya. Aku pun membantunya dengan berbahasa Indonesia, doa yg bisa diterima oleh semua orang. Ya umum.  "Ya Tuhanku, berikanlah pengetahuan kepadaku dan beri aku kemudahan mmahami  ilmu ini" Kira-kira seperti itulah ya kuajarkan. Kemudian, sebelum pulang belajar. Aku mengingatkan Shelves agar besok tidak lupa lagi berdoa dan turut mengingatkan Uninya. Hehe Ini pun jadi bahan r...

Zona 3 Latihan Kecerdasan Emosional dan Spritual

Gambar
 Aku memulai zona 3 di hari ke-2 tantangan. Jujur, bingung sekali bagaimana mengawalinya karena aku tinggal sendirian di Gisting. Aku coba dong telpon adikku nun jauh di Provinsi Jambi. Alhasil tidak sesuai harapan. Adikku malah mencuekkan diriku hiks 😭 Terus aku coba menghubungi pasanganku yang juga LDR. Ya Tuhan, semua orang terdekatku jauuhhh semua. Bakal sulit sekali apalagi semuanya punya kesibukan tersendiri. Termasuk ibu kandungku. Tak ada yg bisa kuharapkan. Semua sudah kuhubungi dan mereka menolak. Sejujurnya aku tidak tahu apakah akan mampu melaju zona 3 dengan kendala ini. Sebagai perantau, tanpa sanak saudara, sendirian di sini aku gak punya sosok target untuk famiys project. Tuhan kapan aku gak sendirian lagi d sini? *Hehe Tiba-tiba aku teringat akan mengajar bimbel Shelves di kosan. Iya, Shelves anak didik kelas 4 SD yang sudah kuajar selama hampir 3 bulan.  Pertemuanku seminggu bersama Shelves 3x dalam semingu. Setelah 3 pertemuan aku bakal bingung siapa the ne...

Pantulan warna zona 2

 Dalam melatih kemandirian di zona dua, sesungguhnya aku kurang greget. Karena gak ada target atau sasaran dalam artia objek sebenarnya menjadi membuat kurang semangat dalam diri. Melihat para ibunda banyak cerita seru dengan anak-anaknya membuatku ingin juga. Hehe demi komitmen dan tanggung jawa aku menjalani zona dua walau dengan rasa hambar. Sejujurnya banyak sih dari diri ini yg harus dilatih kemandiriannya. Tapi aku benarw seperti kehilangan arah. Kurang semangat. Apalagi di dalam grup khusus single kurang warna.  Mengingat tujuanku aku harus menjadi ibu yg profesional di masa datang. Aku harus konsisten belajar. Suka tidak suka semangat tau enggak, aku harus membangkitkan hasratnya di zona apapun. 

Melatih Kemandirian #15

Alhamdulillah walau naik turun dan lebih banyak turunnya. Walau hari-hari kulalui nano-nano. Alhamdulillah, temuanku hari ini aku mulai terbiasa utk memandirikan diriku. Wlo masih cukup sulit utk mendisiplinkan diri hehe. Alasanku untuk memperbaiki diri dan mewujudkan konsistensi dan keberlanjutan melatih kemandirian ini.  Strategiku saat ini adalah lebih membulatkan tekad, mengkuatkan niat, dan mulai memberlakukan sistem denda.  Suksesku hari ini hehe aku mampu bangun pagi, mampu belajar 1 jam sehari, sholat tepat waktu sekaligus, dan mampu membiasakan diri 2 kali sehari wkwkw tambahan lagi aku mampu makan 3x sehari. Biasanya jarang makan Krn aku malas makan dan malas masak 😭. Besok aku mau mengkonsistensikan hal baik sekarang.  Rasaku hari ini adalah happiness ❤️

Melatih kemandirian #14

 Temuanku hari ini aku mulai terbiasa utk memandirikan diriku.  Alasanku untuk memperbaiki diri dan mewujudkan konsistensi dan keberlanjutan melatih kemandirian ini.  Strategiku saat ini adalah lebih membulatkan tekad, mengkuatkan niat, dan mulai memberlakukan sistem denda.  Suksesku hari ini hehe aku mampu bangun pagi, mampu belajar 1 jam sehari, sholat tepat waktu sekaligus ditambah sholat Sunnah, dan mampu membiasakan diri 2 kali sehari horeee😂😂😀😎 Besok aku mau mengkonsistensikan hal baik sekarang.  Rasaku hari ini adalah happiness ❤️

Melatih kemandirian #13

 Aku masih belum konsisten. Padahal hari kemarin sudah bertekad. Hari ini aku sibuk. Temuanku dalam melatih kemandirian adalah masih inkonsistennya aku dalam mewujudkan ini semua. Aku berpikir untuk mengubah strategiku.  Alasanku sebab ini kukhawatirkan diriku bukannya menjadi lebih baik. Malah terus memburuk. Ini tak bisa dibiarkan. Tujuanku datang ke IIP kan utk memperbaiki diri dan menimba ilmu. Jadi aku harus mendisiplinkan diriku. Aku sudah dewasa dan harus bisa mengendalikan kebiasaan ini.  Strategi yg kugunakan selanjutnya adalah sistem denda by diri sendiri.  Kebiasaan itu akan kulaporkan kepada partnerku dan dia yg akan menilai dan menghitung dendaku nanti. Mungkin ini bisa membangun kebiasaan ku.  Suksesku hari ini masih sama sih dengan kemarin. Hanya saja tidak sesuai jadwal dan yg kufokuskan malah tidak terwujud.  Besok, aku mau sukses mewujudkan jadwal yg sudah kutuliskan dan sudah juga kukirmkan ke partnerku. Semoga itu bisa jadi motivasi buat...

Melatih kemandirian #12

 Hari ini melatih kemandirian jujur masih terasa berat sih. Aku masih belum konsisten. Padahal hari kemarin sudah bertekad. Hari ini aku malah berteman dengan malas dan rebahan.  Temuanku dalam melatih kemandirian adalah masih inkonsistennya aku dalam mewujudkan ini semua. Aku berpikir untuk mengubah strategiku.  Alasanku sebab ini kukhawatirkan diriku bukannya menjadi lebih baik. Malah terus memburuk. Ini tak bisa dibiarkan. Tujuanku datang ke IIP kan utk memperbaiki diri dan menimba ilmu. Jadi aku harus mendisiplinkan diriku. Aku sudah dewasa dan harus bisa mengendalikan kebiasaan ini.  Strategi yg kugunakan selanjutnya adalah sistem denda by diri sendiri.  Kebiasaan itu akan kulaporkan kepada partnerku dan dia yg akan menilai dan menghitung dendaku nanti. Mungkin ini bisa membangun kebiasaan ku.  Suksesku hari ini masih sama sih dengan kemarin. Hanya saja tidak sesuai jadwal dan yg kufokuskan malah tidak terwujud.  Besok, aku mau sukses mewujudkan j...

Melatih Kemandirian #11

 Aku seperti biasa telah begadang karena malam ini ada hal yg harus diselesaikan salah satunya tugas IIP di bunda sayang. Sebagai wujud konsistensi dan tanggungjawab juga keseriusanku utk belajar, aku harus semangat mengerjakan tugas. Hehe Walau ada tugas sebenarnya aku memang melaporkannya sebagai sebatas menggugurkan kewajiban. Tapi tak mau kalah dengan rasa malas ini. Aku harus semangat Istiqomah belajar hingga akhir di bunsay.❤️  Penemuanku dalam melatih kemandirianku hari ini, aku masih disertai rasa malas yang besar dan suka menunda. Tetapi untuk menyadari kesalahanku dan mulai berani mengevaluasinya sudah sangat membantuku memperbaiki niat.  Alasan kuat kenapa aku harus melatih diriku terutama dalam konsisten melaksanakan rencana terjadwal karena aku ingin jadi istri sekaligus yang memumpuni, cekatan dan profesional bagi keluarga dan Islam di masa depan.  Sampai saat ini strategi yang sudah kugunakan beragam sih. Kali ini, aku lebih menekankan dalam hati untuk...

Melatih kemandirian #10

 Temuanku: Aku inkonsisten dalam melatih kemandirianku.  Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri shalihah dan ibu yg profesional penuh keindahan Islam  di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian:  Aku melatih diri dalam memperbarui niat, meminta evaluasi teman bagaimana agar aku menjadi lebih baik lagi utk memperbaiki diri ke depannya.  Sukses apa aku hari ini : Hari ini aku berhasil mengaji, ikut pengajian, mandi 2x sehari, berhasil juga ikut kajian online.  Tantanganku hari ini adalah melatih diri bangun pagi dan melaksanakan jadwal sesuai yg ditetapkan dgn on time. Selain itu tantanganku adalah waktu menghafal terlewat karena tidak sempat juga terlupa.   Ingin sukses apa esok hari?  Besok aku menghafal Al Qur'an di salah satu surah Juz Amma.  Bismillaah. Dan  hal yang sama diusahakan tetap konsisten yaitu bangun pagi sebelum subuh dan melatih diri agar melaksanakan jadwalku. Ras...

Melatih kemandirian #9

 Temuanku: Aku inkonsisten dalam melatih kemandirianku.  Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri shalihah dan ibu yg profesional penuh keindahan Islam  di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian: Aku tidur lebih cepat dan membuat jadwal di dinding juga menuliskannya di buku.  Sukses apa aku hari ini : Hari ini aku hanya sukses mandi pagi wlo telat, subuh bangun, dan ngerjain tugas Daring. Tetapi aku tidak jadi juz 30. Tantanganku hari ini adalah melatih diri bangun pagi dan melaksanakan jadwal sesuai yg ditetapkan.  Ingin sukses apa esok hari?  besok aku menghafal Al Qur'an Juz 30. Bismillaah. Dan  hal yang sama diusahakan tetap konsisten yaitu bangun pagi sebelum subuh dan melatih diri agar melaksanakan jadwalku. Rasaku hari ini adalah sangat kecewa.😭

Melatih kemandirian #8

 Temuanku: Aku lebih baik dalam hal konsisten dalam melatih kemandirianku.  Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri shalihah dan ibu yg profesional penuh keindahan Islam  di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian: Aku memasang alarm dan membuat jadwal.  Sukses apa aku hari ini : Aku masih bangun telat sih tapi aku sudah berhasil konsisten di pagi hari mandi, padahal kondisi sedang dingin. Kemudian merutinkan aktivitasku untuk memasak di rumah serta mencuci pakaian.  Tantanganku hari ini adalah melatih diri bangun pagi dan melaksanakan jadwal sesuai yg ditetapkan.  Ingin sukses apa esok hari? Ada sedikit penambahan yaitu mulai besok aku menghafal Al Qur'an Juz 30. Bismillaah. Dan  hal yang sama diusahakan tetap konsisten yaitu bangun pagi sebelum subuh dan melatih diri agar melaksanakan jadwalku. Rasaku hari ini adalah sangat bahagia.

Melatih kemandirian #7

 Temuanku: Aku tidak konsisten dalam melatih kemandirianku  Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri shalihah dan ibu yg profesional penuh keindahan Islam  di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian: Aku memasang alarm dan membuat jadwal.  Sukses apa aku hari ini : Aku masih bangun telat tapi lebih baik dari sebelumnya. Kemudian aku sudah berhasil di pagi hari mandi, padahal kondisi sedang dingin. Kemudian merutinka aktivitasku untuk memasak di rumah serta mencuci pakaian.  Tantanganku hari ini adalah melatih diri bangun pagi dan melaksanakan jadwal sesuai yg ditetapkan.  Ingin sukses apa esok hari? Masih hal yang sama yaitu bangun pagi sebelum subuh dan melatih diri agar melaksanakan jadwalku tetap konsisten. Rasaku hari ini adalah sangat bahagia.

Melatih kemandirian #6

 Temuanku: Aku tidak mandiri dalam hal target kemandirian yang ingin dilatihkan Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri dan ibu yg cakap di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian: Aku memasang alarm dan mencatatnya agar ingat.  Sukses apa aku hari ini : Aku terbangun sebentar tapi masih melanjutkan kebiasaan lama 😭karena kondisiku benar-benar kelelahan.   Tantanganku hari ini adalah belajar mandiri bangun pagi. Ingin sukses apa esok hari? Masih hal yang sama yaitu bangun pagi sebelum subuh. Ditambah dengan beberapa target baru untuk melatih kemandirian.  Rasaku hari ini adalah bingung.

Melatih kemandirian #5

 Temuanku: Aku tidak mandiri dalam hal target kemandirian yang ingin dilatihkan Strong why:  Aku ingin melatih kemandirian agar bisa menjadi seorang istri dan ibu yg cakap di masa depan  Strategi untuk melatih kemandirian: Aku memasang alarm. Sukses apa aku hari ini : Aku terbangun sebentar tapi masih melanjutkan kebiasaan lama 😭 Tantanganku hari ini adalah belajar mandiri bangun pagi. Ingin sukses apa esok hari? Masih hal yang sama yaitu bangun pagi sebelum subuh. Rasaku hari ini adalah kecewa.

Melatih kemandirian #4

 Hai aku memulai di hari ke 4 karena kondisiku tidak memungkinkan untuk memulai tantangan di hari pertama. Ini pun aku rapel dalam melaporkannya. Mohon dimaafkan ya kakawi :") 🙏 Temuanku: Aku tidak mandiri dalam hal target kemandirian yang ingin dilatihkan. Strong why : Aku ingin melatih kemandirian karena ini akan terhubung ke masa depanku kelak. Khususnya belajar makan sayur. Aku harus berani melatih diri memakan sayur agar bisa menjadi suri tauladan untuk anak-anakku.  Strategi untuk melatih kemandirian : Aku membiasakan diri memakan sayur apapun.  Sukses apa aku hari ini : Lumayan sukses walau rasanya aku menahan muntah.  Tantanganku hari ini adalah belajar memakan sayur apapun. Ingin sukses apa esok hari? Aku ingin belajar bangun pagi jam 5 subuh dengan sendirinya.  Rasaku hari ini adalah bingung.

Pantulan Warna Komunikasi Produktif

Gambar
Pantulan Warnaku saat ini  ... Berjibaku selama 15 hari Melatih komitmen dan konsistensi diri Berlatih komunikasi secara produktif (Bunda Sayang Batch 6, 2020)  Tantangan 15 hari ini aku semangat sekali mencoba mengaplikasikan setiap ilmu yang didapatkan di bunda sayang. Namun, aku kewalahan untuk menuliskannya ke blogspot. Akhirnya kebanyakan di rapel di hari-hari tertentu.  Aku kecewa sih sama diri sendiri. Karena aku yang kurang konsisten alias kurang disiplin.  Iya sih aku hafal evaluasi tantanganku setiap harinya. Aku tau apa poin yg kudapatkan saat itu, karena setiap hari poin tantanganku pasti rata-rata mengedepankan nalar. Dan yang kulatih setiap hari pasti berhubungan dengan manajemen emosi, manajemen mengelola  Aku yang emosional berusaha untuk tetap tenang kepada siapapun target si penerima pesanku. Aku belajar untuk tetap menyalurkan energi positif walau diri ini lebih banyak energi moody yang acap berubah-ubah.  Tantangan 15 hari komprod sangat...

Komunikasi Produktif #13

 Bismillaaahh Tantangan ke 13 adalah belajar bahasa cinta bersama Luis. Haha sungguh berat sekali rasanya untuk memahami Luis.  Hari ini aku belajar menemukan diriku sendiri melalui situs yang diberikan oleh bunda sayang IIP. Yaitu tentang 5 bahasa cinta. Alhamdulillah  Hari ini kami sama sama mengetahui tentang kebutuhan kami sehingga tahu kapan rasa ingin berarti. Poin komunikasinya adalah belajar memahami dengan bahasa cinta. Tak banyak cerita yang kubisa kubicarakan. Yang pasti hari ini aku senang. 🌟🌟🌟🌟

Komunikasi Produktif #15

 Ini masih bercerita tentang Wafa yang ceria, suka bercerita dan tukang perintah.  Kemarin aku hampir berputus asa bukan menghadapi anak kecil satu ini. Hari ini, aku mencoba menerka apakah salah satu bahasa cintanya adalah melayani. Aku coba menawarkan bantuan kepadanya untuk membuka buku, aku berikan kue untuk dia makan sambil belajar, aku coba menatap matanya setiap kali dia bercerita dan terus mendengarkan ocehannya yang panjang sekali itu.  Alhamdulillah hari itu berjalan lancar. Dia mau menurut dan mau belajar membaca dengan waktu yang tidak lama. Haha biasanya bisa menghabiskan waktu satu jam untuk menuliskan 4 kalimat saja.  Hari ini kutemukan dalam komunikasi produktif terutama kepada anak adalah belajar mendengarkan mereka. Dengarkan saja dulu. Melayani bahasa cintanya. Inshaa Allaah mereka akan kembali memberi bahasa kasih ke kita.  Alhamdulillah selesai juga hari itu dengan poin komunikasi adalah belajar bahasa cinta anak.  Besok ngapain lagi ya...

Komunikasi Produktif #14

Di tantangan ke 14 ini aku ingin bercerita tentang kegiatan mengajarku ke anak usia 6 tahun. Namanya Wafa. Sejujurnya aku sudah hampir mengajar Wafa setahun tapi gak penuh juga sih. Anaknya sering datang ke rumah minta diajarin membaca.  Ya Alhamdulillah kuajari saja dengan senang hati. Awalnya semua baik-baik saja, dia nurut. Tapi khusus bulan ini orang tuanya ikut mendampingi belajar alias menemani.  Entah kenapa Wafa malah makin jadi sulit taat sama yang kuminta. Semakin mencari perhatian dan sebentar-sebentar mengalihkan pembicaraan setiap belajar. Sungguh menguras kesabaran.  Aku coba mendengarkannya, melayani ceritanya, tetap saja berulah saat belajar. Aku coba tegas malah nangis. Haduuhhh susah sekali sih jadi orang tua :") Untuk mencapai satu kalimat yang situsnya penuh drama. Sampai aku dah gak tahan lagi. Hiks. Mau emosi banget.  Kucoba beberapa celah dan metode belajar tetap juga.  Baiklah. Ini benar-benar berat. Kutemukan di sini adalah belajar menem...

Komunikasi Produktif #12

Hari ini, mengetiknya dalam kondisi sakit. Tapi tantangan harus bisa diselesaikan. Bismillaah yaa :") gatau akhir-akhir ini acap banget sakit menghampiriku. Semoga menghapus dosa-dosa Aliya. Aamiin. Komunikasi produktif di hari ke 12 yang kutemukan adalah memilih waktu yang tepat.   Ada sebuah tantangan dalam komunikasi bersama Luis.  Aku tahu maksudnya bercanda tapi aku yang tersinggung. Aku tipe yang sangat emosional. Mudah sekali dimantik. Dan aku pun bersabar lalu bersabar. Suaraku mulai berubah. Aku menjadi banyak diam dan akhirnya dia mengerti.  Banyak hal yang terjadi hari itu. Aku lebih memilih diam sehingga setelah semuanya tenang, barulah aku membicarakannya dengan tenang pula. Bahwa aku tidak menyukai caranya itu. Aku mengomunikasikannya dengan perlahan dan betul saja dia memahami walau tetap disela dengan candaan.  Seperti biasa, poin komunikasi produktif selalu berbicara menurunkan ego. Perempuan fitrahnya adalah perasaan yang di depan. Itulah kasih...

Komunikasi Produktif #11

Hari ini, hariku berjalan dengan baik.  Baik aku dan Luis, Ummi dan tetangga. Semuanya berjalan baik. Kenapa bisa begitu? Aku belajar satu hal bahwa kuncinya adalah lebih banyak mendengarkan.  Manusia memang suka didengar ya. Terutama Luis dan Ummi. Dua orang yang kusayang itu suka sekali didengarkan. Aku lebih banyak tersenyum, memberi energi positif hingga rasanya hari pun turut cerah padahal langit mendung.  Tidak banyak yang bisa kuceritakan. Yang kutahu sepanjang hari aku mendengarkan keluh kesah, suka cita mereka. Aku memanggil Luis dengan sapaan yang menyenangkan dan hari ini aku memuji ummi dengan tulus. Seperti yang diajarkan di bunda sayang. Semoga aku bisa belajar lebih banyak lagi dan mengimplementasikan ilmu yg kudapat.  Today my star 🌟🌟🌟🌟🌟

Komunikasi Produktif #10

Halooo komunikasi produktif hari ke-10 sebenarnya benar-benar nano-nano. Aku berhasil menemukan diksi yang tepat untuk berbicara dengan Ummi. Padahal sejatinya aku sering bertengkar dan sering emosional bersama beliau. Tapi kali ini sejak menerapkan aturan dasar komunikasi produktif terutama yaaaa.... Mengedepankan nalar. Wkwkk banyak bersabar Alhamdulillah berhasilll. Syukurlah... Namun, di sisi hari yang lain aku gagal. Hiks. Tantangan ke 10 aku tak bisa mengendalikan diri dan justru berbicara kasar sama Luis. Dia kecewa. Tak biasanya aku berbicara kasar. Sepertinya aku perlu belajar bagaimana untuk cemburu yang elegan.  Seperti biasa kembali ke poin itu itu saja.  Nalar. Nalar. Balas. Don't too baper Aliyaaa. Tapi yang namanya perempuan selalu aja ini yg sulit dikendalikan.  Kunci dalam komunikasi adalah kendalinya ada di kita. Kitalah yang mengendalikan diri sendiri bagaimana kita merespon orang. Dan inilah yang sedang kulatih dalam diriku.  Tantangan diriku masi...

Komunikasi Produktif #9

Maafkan karena akhir-akhir ini badan sakit dan pikiran sibuk  Inshaa Allaah per harinya masih ingat apa yang dibicarakan dan apa yang dibahas dengan partner target komunikasi produktif. Ini adalah tantangan ke 9 untukku dalam komunikasi produktif di bunda sayang institut ibu profesional. Malam harinya, seperti biasa aku dan Luis akan bercengkrama panjang lebar. Sejujurnya sampai sekarang aku tidak berhasil membuatnya untuk mematuhi atau mengabulkan permintaan atau perintahku. Sulit sih. Mungkin karena egonya sebagai seorang pria tidak mau dipimpin atau sampai sekarang aku belum menemukan teknik yang tepat. Hanya saja kali ini, komunikasi produktif ku tidak berfokus masalah itu. Melainkan kembali ke diriku sendiri. Iya, obrolan malam itu aku mulai naik emosional. Ingin rasanya kumatikan segera hp dan marah-marah. Tetapi aku ingat aturan komunikasi produktif di bunda sayang. Apa itu? Yaitu aturan no.3. Aku pun berhasil mengontrol intonasi suara. Aku teringat setiap kali intonasi suar...

Komunikasi Produktif #8

 Huwaaa hari ini aku sakit parah. Sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur. Bahkan tidak tidur semalaman. Hiks padahal banyak kerjaan yang harus dikerjakan. Terus aku ngadu dong ke Luis, partnerku. Sebenarnya aku berharap respon yang kudapatkan dari Luis ketika kumengeluh sakit, dia akan lebih perhatian, lebih peduli. Haha tapi ekspetasiku jadi down. Karena justru sikap yang kudapatkan adalah jawaban logis. 😐  "Ya uda istirahatlah" "kompres dengan air hangat" "Tidurlah" Gitu doang 😐 Pria ini tipe yang cuek sih sebenarnya. Ya aku paham. Tapi tetap saja aku gak mau digitukan. Mulai dong muncul rasa sedih agak mendalam di hatiku. Mulai pengen marah. Tapi aku mulai berpikir mengedepankan nalarku daripada sikap kekanak-kanakanku. Akulah yang bertanggungjawab atas diriku sendiri. Aku tidak boleh mengharapkan respon orang lain. Aku tidak boleh mengendalikan respon orang lain, akulah yang mengendalikan responku sendiri.  Aku berusaha menahan diri. Ternyata kom...

Komunikasi Produktif #7

Alhamdulillah baru bisa menyempatkan diri untuk menulis. Sebetulnya sedang sakit 3 hari. Meski demikian aku tetap memaksakan diri hingga akhirnya drop juga. Hehe #janganditiru Temanku untuk Komunikasi Produktif di tantangan 7 adalah betapa pentingnya memulai pembicaraan dengan energi positif atau kebahagiaan.  Hal ini kutemukan dengan Luis. Karena beberapa kali bicara kalau kuawali dengan keluhan, kesedihan atau kegaduhan justru berdampak dengan responnya. Dia pun ikut stress dan menjauhiku. Tetapi kalau kumulai dengan kegembiraan, ngomong hal-hal yg menyenangkan, dia pun mau terbuka dan banyak bercerita. Aku senang sekali kalau dia mau bercerita apa saja. Merasa menjad partner, sahabat, teman yang dipercayai olehnya. Ternyata poin ini berhubungan loh dengan poin yang dipelajari di "Aturan Komunikasi Produktif" Bunda Sayang Batch 6 IIP No. 7 yaitu berbicara mengenai hal-hal yang menyenangkan. 🥰😍❤️ Sejak itu aku akan memulai hariku dengan Luis dengan berbagi hal-hal menyenan...

Komunikasi Produktif #6

Aku ketinggalan komunikasi produktif untuk tantangan hari kelima dan loncat ke hari keenam. Karena hari kelima memang aku tidak berkomunikasi hal yang penting dengan siapapun. Termasuk Luis maupun keluarga. Yang kutemukan hari ini adalah dalam berkomunikasi produktif harus memperbanyak sabar, memberikan apresiasi dan memperbaiki perasaan terlebih dahulu agar energi positif terus tersampaikan saat berkomunikasi. Tantanganku hari ini adalah berkomunikasi lama dengan ibuku. Biasanya aku tak mau bercakap lama-lama dengan beliau karena memang sering tidak akur. Setiap ngobrol panjang pasti berujung dengan pertengkaran. Aku sering lelah dan stress sendiri kalau sudah berantem sama ibu sendiri.  Hari ini, aku mencoba menantang diriku. Aku mencoba melayani obrolan ummi dan bertahan untuk mengobrol lama. Jujur saja aku gerah dan tidak tahan. Tapi aku coba untuk mengelola rasa sabar dan memanajemen perasaan. Ummiku pun bercerita panjang lebar. Penuh keterbukaan.  Aku cukup terkaget sih....

Komunikasi Produktif #4

 Alhamdulillah a'laa kullihaal Bersyukur banget hari ini komunikasiku baik dengan Luis dan keluarga lancar aman jaya. Biasanya hampir tiap hari ada perdebatan kecil. Tapi hari ini benar-benar tidak kutemukan satu pun persoalan. Namun, aku memahami satu hal. Aku berusaha lebih tenang, aku berusaha terus berpikir jernih, berusaha untuk bertutur lembut seperti yang diajarkan dalam materi komunikasi produktif. Ketika ketenangan jiwa, energi positif dialirkan dalam bahasa yang disampaikan. Orang-orang yang menerimanya pun dapat merasakan energi yang sama. Benar, semua tergantung respon kita.  Sayangnya, tujuanku di sini untuk mengatur Luis dalam hal kebaikan. Belum berhasil juga sih. Aku masih gagal. Seperti sholat subuh pagi ini, aku sudah membangunkannya berkali-kali. Dan ternyata dia tidak bangun juga.  Sia-sia usahaku. Hiks. Ya setidaknya aku bersyukur hari ini tidak ada pertikaian yang sampai menguras emosi.  Besok aku akan bertemu orang banyak. Para guru dan anak mu...

Komunikasi Produktif#3

Temuanku hari ini Miskomunikasi Tadi pagi, aku bercerita dengan Luis tentang isi hatiku. Aku cerita soal adik kandungku yang cuek. Terjadilah perdebatan antara aku dan Luis. Aku coba menyampaikan dari sudut pandangku betapa tidak setujunya aku dengan perbuatan adik kandungku. Dan Luis pun dengan sudut pandangnya yang berbeda, membuatku tidak menerimanya. Emosiku menaik, sehingga entah kenapa bisa malah jadi masuk ke pembahasan lain yang menyerang ranah pribadi.  Akibatnya, Luis mendengar apa yg seharusnya belum kusampaikan dengan jelas. Miskomunikasi. Yang kumaksud tidak seperti yg diterimanya. Dia diam dan tersinggung. Dan aku pun berusaha meminta maaf. Sayangnya, Luis keburu marah dan mengakhiri pembicaraan denga mengucapkan salam  Temuanku mengenai hal ini adalah betapa tidak mudahnya mengendalikan diri untuk tidak terpancing emosinya. Berusaha tenang dan mengedepankan nalar sungguh tidak mudah bagiku. Ini menjadi tantangan tersendiri bagiku setiap ngobrol dengan Luis. Luis...

Komunikasi Produktif #2

Temuanku hari ini Hari banyak sekali tantangan komunikasi produktif yang kuhadapi.  Sebelumnya, waktu subuh curhatan sama Mbak Eni. Situasi kita sama yg dihadapi, gak punya orang target karena masih single, keluarga semua jauh. Sendirian di perantauan. Terus aku berbagi cerita tentang tantangan hari pertamaku, Alhamdulillah kita saling support. Hingga paginya aku masih bingung mau berkomunikasi sama siapa.  Dimulailah dengan chatt, aku hubungi Luis perihal tanda ceklis biru WA-nya yang dimatikan. Seharian tidak dia balas, tetapi aku tahu dia sudah baca. Hingga sore harinya dia tetap tidak balas. Pria satu ini, suka sekali semena-mena terhadapku. Setidaknya dikonfirmasi, itu yang kuinginkan.  Hingga malam harinya, aku menghubunginya kembali. Tetapi yang dibahas adalah topik lain. Topik lain yg juga turut menyulut emosiku. Aku berusaha tenang, ambil nafas, ambil jeda. Kemudian aku coba menarik energi positif ke diriku, tetap dengan intonasi yg menyenangkan. Terasa sulit sek...

Komunikasi Produktif #1

Halo panggil saja aku, Aliya. Ini hari pertamaku dalam proses latihan komunikasi produktif. Kondisiku tidak memungkinkan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Pertama, aku merantau sendirian di Lampung. Ngekos sendirian. Tak ada teman di kosan. Kedua, keluargaku juga jauh di provinsi yang berbeda. komunikasi harus via telpon. Tetapi masing-masing kalau sudah sibuk, hanya say hello seperti biasa. Jarang komunikasi juga.  Ketiga, ada adik sih. Tapi adik-adik tidak akan mau merespon lama. Kecuali hanya melepaskan rindu. Akhirnya aku memilih partnerku sendiri yang juga sama jauhnya dengan keluargaku, dia di pulau Jawa. Bedanya kami lebih intens komunikasi, sering berantem pula. Aku lebih banyak makan hati, tertekan batin karena tujuan komunikasiku tak pernah tercapai.  Aku pun memilih dia, namanya Luis, untuk dijadikan eksperimen tantangan 15 hari ke depan. Temuanku hari Hari ini seperti biasa aku bercerita panjang lebar soal hariku kepada Luis. Kalau sudah bercerita sama Luis aku ...

Etiket Mengirim Pesan

*Mulailah berubah Adik2 sekalian, mulailah belajar cara mengirim pesan ke orang lain. Karena jika kalian tetap cuek, semau kalian pas ngirim pesan/email/whatsapp, dll, orang lain jangankan mau balas pesannya, baca pun tidak. Nah, kalau kalian benar2 mau belajar, berikut beberapa tips saat mengirim pesan ke orang lain, terutama jika orang lain itu bukan teman dekat kita: 1. Pastikan kalian mengirim pesan lewat gagdet milik sendiri, tentu boleh numpang kirim pesan lewat gagdet milik kakak, adik, tapi kalau gagdet curian atau gagdet boleh nemu di jalan, itu tidak boleh. Saya serius. Ini poin pertama paling penting. 2. Jika itu urusan sekolah, kampus, pekerjaan, maka kirimlah pesan di waktu yang pantas. Mentang2 habis nonton bola, jam 3 subuh kirim pesan ke dosen kalian, itu tidak pantas. Jam 6 pagi pun tidak oke. Bahkan sebenarnya, lepas pukul 8 malam, itu sudah tidak nyaman lagi kirim2 pesan ke orang lain. Kecuali mau kirim martabak, bakso, nasi goreng, mungkin yang nerima tidak...

Misi Surat Cinta Matrikulasi Batch 8 IIP

Gambar
Misi Terakhir Sebenarnya sulit bagiku untuk menulis surat cinta untuk orang tuaku. Pertama, ayah kandungku jauh dan aku hampir dikatakan tidak pernah berhubungan dengannya..kedua, hubunganku dengan ibuku pun buruk. Misi ini, jujur sangat berat bagiku. Tapi aku harus ngelakuinnya. Sejujurnya aku sudah pernah membuat surat cinta pada ibu dalam bentuk video. Awalnya dia memang menangis haru. Tapi setelah itu hubungan kami masih sama. Seperti anjing dan kucing. Aku sendiri sulit utk menyatakan perasaanku. Karena percuma dikatakan, akan sia-sia saj. Tapi yg pasti aku berusaha berbuat baik saja. Walau jujur sering rasa hambar yang ada. Jadi misi ini memang benar berat untukku. Dan ketika aku menuliskan tulisan ini, sejenak aku baru saja kembali bertengkar dgn ibu. Lelah banget. Tapi niatku ingin berubah menjadi pribadi yang baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Bismillah Sebenarnya darpada dibilang surat cinta malah lebih ke arah curahan hati sih. Karena gak tau lagi ngomong ap...

Aliran Rasa

Gambar
Aliran Rasa Alhamdulillah bisa melewati tahapan di IIP. Jujur selama proses saya ini sulit sekali mengendalikan diri terutama untuk tidak telat nyimak dan mengerjakan penugasan. Saya merasa masih jauh banget dari kata 'baik'. Saya terlecut sekali ketika melihat post-post reminder dari mbak Yuhana dan mbak Yunita. Untuk materi-materi dari WI mudah dipahami dan pemberian materi yg sedikit demi sedikit sangat membantu untuk paham. Saya paling suka materi karakter moral karena dalam misi tersebut saya mengevaluasi diri. Selama proses mendapatkan 4 permata tersebut dan menyelesaikan misi-misi, saya malu sama diri saya sendiri yang masih lalai. Di satu sisi saya semangaaatt karena mendapatkan teman2 se-frekuensi yang semangat memperbaiki diri. Terus mendapatkan ilmu baru dan pembangunan karakter dalam diri saya. Harapan saya ke diri saya dalam proses berikutnya adalah tidak lelet lagi, on time dalam pengerjaan dan lebih disiplin. Terima kasih IIP :")

Misi ke 7 Connecting the Dots (Institut Ibu Profesional)

Gambar
From Matrikulasi IIP Batch 8 Connecting the Dots Seperti apa aku..... Aku seorang muslimah yang saat ini sedang mempersiapkan diri menjadi calon seorang istri dan seorang ibu di masa depan. Profesiku sebagai seorang guru membentuk duniaku yang terpusat pada pendidikan dan anak-anak. Dalam proses yang kujalani dalam kurun waktu setahun lebih ini di dunia mengajar, menjadi refleksi tersendiri untukku. Kondisiku yang saat ini masih gadis, belum menikah dan proses belajarku pernah kujalani bidang pendidikan di perguruan tinggi utk mempelajari psikologi anak dan pendidikan. Namun hal itu belum memumpuni, belum cukup membantuku, belum memuaskan dahagaku di sekolah. Selain itu, ilmu tersebut juga belum begitu membantuku dalam membangun hubungan dgn anak didikku di kelas. Selain aku sulit utk beradaptasi di lingkungan baru, aku pun tipe yg pembosan pada sebua rutinitas monoton. Hal ini tentunya menjadi momok menakutkan bagiku ketika menikah nanti. Hal ini menjadi refleksi bahwa aku har...

Misi Karakter Moral

Gambar
#navigasidanberaksi #matrikulasibatch8 #institutibuprofesional #belajardarirumah

Mengikat Makna Institut Ibu Profesional

Gambar
Misi Selanjutnya.... Halo, aku Aliya. Sebelumnya, aku sudah melakukan penyelaman pertama yaitu dengan misi pencarian makna. Alhamdullah mendapatkan satu batu permata. Horaayy!!! Penyelaman kedua diawali dengan menyimak pemaparan dari 13 orang Widyaiswara mengenai core values Ibu Profesional. Setelah itu, aku dan para penjelajah lainnya diharuskan memilih WI untuk berdiskusi mengenai core value Ibu Profesioa di dalam sebuah grup WhatsApp . Sayangnya, aku benar-benar telat T_T aku ketinggalan informasi karena beberapa kendala, terutama akses internet. syukurnya, di grup Matrikulasi Batch 8 Allaah masih memberikanku kesempatan dengan menonton video para WI di youtube . Selain itu, aku berusaha untuk mempelajari hasil tugas teman-teman. Terima kasih atas kesempatannya. Berdasarkan video dari WI yang sudah kusimak, terdapat 5 core values di Ibu Profesional, antara lain belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Nah, dari kelima values tersebut difokuskan untuk menye...

Menyelami Samudera : Misi Pencarian Makna

Gambar
Alhamdulillah walau seminggu terakhir sangat sibuk dan sampai sakit. Allaah masih ingatkan melalui grup wa bersama teman-teman seperjuangan untuk tidak lupa mengerjakan tugas. Sebenarnya untuk materi, sudah lama dibaca. Tetapi, karena saya benar2 ingin menyelami maknanya, meresapi hingga ke relung hati. Terpaksa ditunda. Alhamdulillah walau dekat Deadline saya menuliskan pemaknaan ini dengan rasa haru, harapan, dan bahagia. Mashaa Allaah. Semoga Aliya bisa menjadi seorang perempuan, istri dan orang tua kebanggaan keluarga. Aamiin :") Format from Matrikulasi Batch 8 IIP

Ramadhan di tengah covid 19

Tulisan ini dituliskan dalam rangka challange rumbel literasi komunitas IIP Pernahkah melihat burung dalam sangkar? Dikurung dalam sangkar yang kecil dan setiap hari ia hanya makan, minum serta berbunyi nyaring?  Apakah menurutmu dia bahagia? Apakah dia tidak bosan? Burung itu tidak hanya sehari, dua hari, melainkan bertahun atau selamanya. Tidak ada yang tahu. Dan hari ini, ya masuk 2 bulan terakhir. Biasanya kita, manusia, yang mengkandangkan hewan. Justru sekarang kita merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Dilanda kebosanan dan kejenuhan.  Dengan tangan-tangan Tuhan melalui makhluk-Nya yang berukuran mikro nano, kita yang malah dikandangkan. Yap, kita dikandangkan di rumah kita sendiri. Menikmati sudut rumah, kaca, pintu, jendela atau kamar yang sempit yang itu itu saja. Tidak bisa berpergian ke mana pun. Kita dikandangkan oleh covid-19. Pandemik ini memang musibah yang menyedihkan bagi seluruh insan di bumi ini. Berduka. Banyak air mata, kesedihan dan ketak...

ALIRAN RASA MATRIKULASI IIP BATCH 8

Gambar
KOMPAS PERADABAN  INSTITUT IBU PROFESIONAL Ceritaku dalam aliran rasa di Matrikulasi Batch 8 Alhamdulillah akhirnya sampai juga di kompas peradaban. Yeay! Terima kasih atas kesempatan luar biasa dan berharga ini. Semoga saya dan teman-teman yang lain mampu menyelesaikan misi-misi selanjutnya dan terus berhasil ke tahap selanjutnya.  Sejujurnya, saya sedikit bingung dan belum terbiasa dengan alur belajar di Matrikulasi. Saya mencoba terus memahami apalagi pemandu menggunakan bahasa yang berbunga-bunga, saya belum terbiasa dengan kalimat-kalimat demikian. Begitu puitis dan penuh teka teki hehe dan malah membuat saya bingung. Tapi saya belajar banyak dari hal itu.  Syukurlah, di kelas banyak sekali saya temukan teman yang ramah-ramah dan mau saling membantu, apalagi pemandu dan WI begitu bersabar penuh semangat menjawab pertanyaan teman-teman yang lain. Seiring waktu saya mulai paham alur dan pola di IIP. Justru saya semakin bersemangat dan senang sekali. Ba...

MISI MEMBUMIKAN CoC

Gambar
Alhamdulillah Perjalanan Matrikulasi Institut Ibu Profesional masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya mendengarkan syair-syair istimewa dari para Widyaiswara Ibu Profesional. Nah, di misi selanjutnya disebut dengan "Membumikan CoC". Sebelumnya kami para mahasiswi sudah diberikan materi mengenai CoC. Apa sih itu CoC? CoC adalah singkatan dari Code of Conduct. Artinya, adalah panduan, pedoman, atau juklak pelaksaaan ataupun aturan-aturan selama belajar di Institut Ibu Profesional Sebagai penjelajah samudera yang sedang berlayar saya sedang melaksanakan misi "membumikan COC. Apa sih aksi saya untuk ini? template from Matrikulasi Batch 8 IIP Aksi 1 . Saya berusaha untuk tekun dalam melaksanakan tugas-tugas di Institut Ibu Profesional dengan baik. Saya akan berusaha memanajamen waktu dengan baik dan membangun kembali skala prioritas saya. Hal ini akan berdampak baik ke diri saya sendiri nantinya. Aksi 2 . Saya berusaha untuk tidak menjadi Silent Reader  di gr...