Komunikasi Produktif #9

Maafkan karena akhir-akhir ini badan sakit dan pikiran sibuk 

Inshaa Allaah per harinya masih ingat apa yang dibicarakan dan apa yang dibahas dengan partner target komunikasi produktif.

Ini adalah tantangan ke 9 untukku dalam komunikasi produktif di bunda sayang institut ibu profesional.

Malam harinya, seperti biasa aku dan Luis akan bercengkrama panjang lebar. Sejujurnya sampai sekarang aku tidak berhasil membuatnya untuk mematuhi atau mengabulkan permintaan atau perintahku. Sulit sih. Mungkin karena egonya sebagai seorang pria tidak mau dipimpin atau sampai sekarang aku belum menemukan teknik yang tepat.

Hanya saja kali ini, komunikasi produktif ku tidak berfokus masalah itu. Melainkan kembali ke diriku sendiri. Iya, obrolan malam itu aku mulai naik emosional. Ingin rasanya kumatikan segera hp dan marah-marah. Tetapi aku ingat aturan komunikasi produktif di bunda sayang.

Apa itu? Yaitu aturan no.3. Aku pun berhasil mengontrol intonasi suara. Aku teringat setiap kali intonasi suaraku meninggi, Luis pasti akan pergi meninggalkan pembicaraan.  Dia akan banyak diam sebagai pertanda ia merajuk atau marah. 

Inilah yang kutemukan dalam diri ini. Lagu-lagi, mengendalikan hati untuk tidak terbawa perasaan. Mengedepankan nalar. Sungguh bukan proses yang mudah. Biasanya aku bakal suka memotong pembicaraannya. Suka membantah dan menolak. Hehe sungguh bukan sikap yang bijak ya kawan. 

Namun, ketika aku berusaha sekuat tenaga untuk lebih tenang, mengatur nafas denga perlahan justru pintu komunikasiku dengan Luis terbuka dengan jernih dan cemerlang. 

Malam itu, Luis juga tenang menghadapiku. Dia merespon dengan bijak. Membalas perkataanku dengan penjelasan yang mudah kupahami dan kuterima. 

Benar kunci komunikasi produktif di sini bersama Luis adalah atur intonasi, mulailah berbicara dengan hal yang menyenangkan, lebih banyak mendengarkan. 

Tantanganku ke depannya adalah aku hendak belajar lebih banyak mendengarkan terlebih dahulu. Lebih memahami situasi. 

Alhamdulillah hari itu untuk tantangan ke -9 aku layak mendapatkan bintang 4. 🌟🌟🌟🌟

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Sentuhan Tidak Boleh

Contoh Butis Asesmen Literasi

Ketika Anak Bertanya