Mengajari Adik tentang Sentuhan Tidak Boleh (Tantangan hari ke - 4)
Beragamnya kejahatan seksual yang muncul dalam pemberitaan di televisi, menjadi momok menakutkan bagi setiap keluarga. Keluarga tentu ingin anak-anaknya selalu terjaga dengan baik dan terlindungi dalam aman dan nyaman. Sayangnya, kejahatan seksual tidak hanya berlaku untuk perempuan. Bila dahulu kejahatan seksual umumnya lebih banyak ke kaum perempuan, baik pemerkosaan dan pencabulan. Di zaman ini, anak laki-laki pun bisa jadi target pemerkosaan/ pencabulan.
Mengapa bisa demikian? Maraknya LGBT di Indonesia menjadi salah satu faktor. Tentu hal ini semakin meresahkan para orang tua. Ternyata baik perempuan dan laki-laki, keduanya harus extra dijaga dan dipantau.
Hal ini pula menjadi acuan bagi keluarga kami untuk membicarakan secara khusus kepada adik laki-laki kami yang sedang beranjak remaja. Dia masih kelas 4 SD saat itu, tapi diusianya itu dia masih sangat kekanak-kanakkan. Wajah polosnya, hatinya yang penuh dengan kebaikan dan kedamaian, suka membantu orang tua dan masih suka bermain. Itulah dunianya. Badannya yang bongsor, besar dan gendut ditambah kepolosannya menjadi kekhawatiran untuk keluarga kami.
Hari itu, kami pun memdiskusikan bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain, kecuali Mama. Dia pun mendengarkan dengan seksama, walau terkesan acuh. Bila bagian sensitif dipegang oleh orang lain, selain Mama, adikku disarankan untuk melakukan perlawanan seperti: memukul tangan orang tersebut, berlari dan berteriak meminta tolong. Jangan mau diajak pergi ke tempat sepi oleh orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Kalau ditarik, adik harus berlari menjauh atau berteriak minta tolong.
Untuk mengingatkan adik soal ini harus berkali-kali. Kami juga harus memberitahu sebab akibat dan tujuan dari keluarga mengingatkannya. Memang butuh effort yang besar terutama anak-anak yang menganggap itu tidak penting. Jangan patah semangata! Sebagai keluarganya, kita harus bisa mengingatkan anak-anak pelan-pelan. Kita perlu memberitahu bahaya dari mana saja di zaman edan ini. Semoga Allaah senantiasa melindungi keluarga kita anak-anak kita dari predator seksual. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar