Ketika Anak Bertanya
Ketika Anak Bertanya
oleh
IP Tangerang Kota
Sikap kita seharusnya ketika anak bertanya tentang seksualitas.
1. Aku tahu dari mana aku berasal
Anak : "kok ada dedek bayi dalam perut?"
Mama : "Dedek bayi itu hadiah dari Allaah. Allaah yang meletakkan dedek bayi di perut mama."
2. Anak : "Ma, aku lahirnya lewat mana sih? Gimana caranya?"
Mama : "Dari vagina, Nak. Mama akan jelaskan dengan peraga guling dan sarungnya ya. Beginilah proses kelahiran bayi, Nak. (Buka tali sarung guling, keluarkan perlahan guling dari sarungnya). Vagina mama akan membuka sesuai ukuran bayi. Sama seperti sarung guling ini."
3. Anak : Mama, kok payudara mama besar tapi payudara papa kecil? Kenapa hanya ada pada perempuan?
Mama : Karena mama perempuan dan papa laki-laki. Allah hanya menciptakan payudara yang besar kepada perempuan. Dan perempuan harus menyusui anaknya nanti kak. Kalau laki-laki tidak perlu menyusui. Tapi baik laki-laki dan perempuan harus menjaga kebersihan payudara ya kak.
4. Anak : Kenapa penisku berdiri tadi pagi, Ma?
Mama : Iya, sama seperti kakak yang bangun tidur, penis juga bisa bangun, Kak. Tapi biasanya bangun di pagi hari, karena kaka kan tidur dan nahan pipis semalaman. Jadi bangun deh! Yang artinya kakak harus ke kamar mandi setelah bangun tidur.
5.. Anak : Sunat itu Apa Ma?
Mama : Sunat itu cara untuk penyucian diri dan bukti kita mengikuti ajaran Allah. Di penis anak laki-laki ada bagian yang kotor jadi harus dihilangkan agar kita tetap sehat. Insya Allah.
6. Anak : Ma, kenapa kucing ditindih? Kan sakit, kasian. Mereka bertengkar?
Mama : Bukan bertengkar, Nak. Itulah cara hewan menunjukkan kasih sayang. Kalau kita menunjukkan kasih sayang biasanya bersalaman, merangkul atau berpelukan. Hewan juga punya cara sendiri untuk menunjukkan kasih sayangnya.
Jika anak usia 6 tahun ke bawah dan masih tidur sekamar, segeralah berpakaian dan menutupi tubuh dengan selimut. lalu penuhi kebutuhannya malam itu (toilet, ingin ditemani tidur atau haus). Esoknya jelaskan kalau anak ebrtanya bahwa ayah bunda sedang berpelukan karena sudah menikah, sedang berbagi kasih sayang.
Jika anak usia 7 tahun ke atas dan pisah kamar. Pahamkan ke anak bahwa orang tua butuh waktu untuk bersama setelah sepanjang hari bareng dengan anak-anak.
Untuk alat kelamin, jawab nama sebenarnya, jangan memberikan sebutan yang ambigu seperti 'burung' atau 'apem'. Bila anak bertanya lebih lanjut cukup jawab sesuai pertanyaannya saja secara jelas dan singkat. lalu, tanamkan tauhid dan mengajaknya memahami kebesaran Allah di sana.
Berusaha jujur pada anak. Jelaskan sesuai daya tangkap anak.
Komentar
Posting Komentar