Bata Didik
Setiap orang pasti tidak selamanya mendapat penilaian baik dari orang-orang. Tapi gue benar-benar tampak buruk bagi orang-orang. Hanya karena jilbab gue super panjang dan sikap gue yang cuek. gue di nilai sombong angkuh dan egois. jujur, gue merasa sakit hati di bilang kayak gitu. gue ngerasa di bully ama itu orang-orang tua. Mereka cuma bisa menilai gue dari luar aja. uda nge-judge dan memburuk nama gue di hadapan orang - orang. hanya karena gue berbeda sendiri di lingkungan itu, gue di anggap negatif. well, gue sadari itu semua dan gue intropeksi diri. dahulu, saat gue kelas 2 SMA gue dapat predikat egois. Kini, kelas 3 SMA gue dapat predikat sombong dan angkuh. Oalah, Siapalah gue ini! anak orang yang tidak punya dan belum ada apa apanya. Gue gak lakuin kenakalan remaja seperti kawan-kawan yang lain, mereka bolos, nge-lawan guru, dan sampai over think nya ya tidur di kelas dan pacaran gitu. Segitunya gue di cap ama mereka :'( gue sedih amat dah. Tapi, gue selalu ingat kata pak Tere, yang lebih tahu siapa diri kita ya kita sendiri. So, gue juga selalu ingat apa guru sejati gue, Ibu Bidadari, Tuli lah atas apa yang mereka katakan tentang semua hal buruk itu, namun anggap saja mereka sedang berkicau menyemangatimu. :') Sekali mereka berpikir buruk tentang diri kita, ya selamanya kita tetap akan di anggap jelek. Yang penting kita tetap di jalan kebaikan. kenapa? karena jalan kebaikan adalah jalan Tuhan. Allah selalu bersama kita. Gue selalu yakin itu.
Apalah daku?
kecil hina dan debu
sekecil ini dikau kataku sombong angkuh
apalah daku?
miris dan ironis
tiada dianggap dan bukan siapa apa!
sekecil itu di kau kataku egois
apalah salahku?
dari 1 juta manusia kau temani
tapi aku yang kau pilih
dibaik bata didik
kau sebut sejuta salah dan kau timbun 1 asa dalam diri
apalah salahku?
kalian tua di balik bata didik
bibir kalian penuh luka seribu kebaikan dibalut pula seribu kebohongan
kalian hidup di balik bata didik
tapi sikap kalian tak lebih dari omong kosong!
kosong omplong!
kalian bertemu manusia kecil di balik bata didik
namun, manusia itu pula yang kalian sebut sebagai mudharat!
kalian hidup bagai katak dalam tempurung!
ironis. kalian lebih dari kata ironis!
kecil hina ini berusaha mencetak harum nama mu
kecil hina ini berusaha mencetak harum nama mu
tapi sikecil hina justru mendapat sebaliknya
namaku busuk dimana-mana
Tuhan, Engkau Sungguh Maha Tahu Atas Segala Sesuatu.
Tuhan, Engkau Sungguh Maha Tahu Atas Segala Sesuatu.
ku berserah padaMu
doaku bata didik semoga kau pulih kembali.
Komentar
Posting Komentar